<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Ruang Singgah</title>
	<atom:link href="http://roisz.blog.friendster.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://roisz.blog.friendster.com</link>
	<description>menyeruak, di atas lantunan lembut sang bayu</description>
	<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 10:58:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>rindu</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2009/02/rindu/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2009/02/rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 10:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Entah dengan tangis ataukah tawa ketika aku melapalkan kalimah &#8220;aku bahagia&#8221;
Rasa yang menggeliat ketika aku tak mampu berdiri atas keputusanku sendiri
Angan yang terhempas ketika jiwaku menolak semua akan alunan hidupku.
Merasakan kesepian yang terdalam akan kehadiran ketujuh jiwa-jiwa kecilku.
Jiwa Islami, jiwa penyayang, jiwa perasa, jiwa penyabar, jiwa penggembira, jiwa romantis, dan jiwa bersyukur.
Mereka hilang satu demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah dengan tangis ataukah tawa ketika aku melapalkan kalimah &#8220;aku bahagia&#8221;<br />
Rasa yang menggeliat ketika aku tak mampu berdiri atas keputusanku sendiri<br />
Angan yang terhempas ketika jiwaku menolak semua akan alunan hidupku.<br />
Merasakan kesepian yang terdalam akan kehadiran ketujuh jiwa-jiwa kecilku.<br />
Jiwa Islami, jiwa penyayang, jiwa perasa, jiwa penyabar, jiwa penggembira, jiwa romantis, dan jiwa bersyukur.<br />
Mereka hilang satu demi satu bersama hentakkan waktu yang tak terasa semakin larut.<br />
Mungkin bisa, kala aku berteriak memanggil mereka berkumpul.<br />
Tapi mereka enggan mendekatiku lagi.<br />
Aku rindu, ketika mereka membangunkanku untuk sejenak bercengkerama di sepertiga akhir malamku.<br />
Aku rindu, ketika tawa renyahnya mengajakku bersahur bersama walau hanya dengan segelas niat dan semangkuk ikhlas.<br />
Aku rindu, akan suara jelekku kala dengan lancangnya kulantunkan kalimat Tuhan.<br />
Aku rindu akan mentari pagi dan sepoian angin pagi di tengah padang cumbuanku akan waktu dluha.<br />
Aku rindu segalanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2009/02/rindu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rapuh</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2009/01/rapuh/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2009/01/rapuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 15:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Pakai lapisan tipis air yang beku
Sentuhan lembut kan hancurkan aku
Walaupun cinta tak sempurna
Menghampiriku seketika
Ku ingin kau tahu betapa rampuhnya aku
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Masih terasa luka dimasa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati
Namun cinta itu pergi lagi
Dan ku terluka luka membekas
Bekas membuat buat selamanya
Selamanya ku
Ku &#8216;kan selalu
Ku &#8216;kan selalu rapuh
Kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote></blockquote>
<p><em>Kau tak tahu betapa rapuhnya aku<br />
Pakai lapisan tipis air yang beku<br />
Sentuhan lembut kan hancurkan aku</p>
<p>Walaupun cinta tak sempurna<br />
Menghampiriku seketika<br />
Ku ingin kau tahu betapa rampuhnya aku</p>
<p>Kau tak tahu betapa rapuhnya aku<br />
Masih terasa luka dimasa lalu<br />
Ku pernah mencintai sepenuh hati<br />
Namun cinta itu pergi lagi</p>
<p>Dan ku terluka luka membekas<br />
Bekas membuat buat selamanya<br />
Selamanya ku<br />
Ku &#8216;kan selalu<br />
Ku &#8216;kan selalu rapuh</p>
<p>Kau ingin tunjukan kepada dunia<br />
Tak hanya ada karena masa lalu<br />
Tapi masih ada harapan bagi yang baru</p>
<p>Kau tawarkanku sejuta harapan<br />
Namun kenangan itu tak pernah hilang<br />
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku</p>
<p>Kau datang bagai hujan<br />
Basahi tanah hati<br />
Tapi kau lihat sediri luka ini</em><br />
dipopulerkan oleh : Juniar Arif</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2009/01/rapuh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ketika cinta membuatku sakit perut,&#8230;</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2009/01/ketika-cinta-membuatku-sakit-perut/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2009/01/ketika-cinta-membuatku-sakit-perut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 05:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[

jengah meradang
merenggas melucuti setiap sendi
lelah, letih, walau harus tetap berdiri
tertatih, terseok, tinggal menanti mengubur diri
tak sabar seperti dahulu
menghadapi putaran siklus tiada henti
berulang, berulang, dan terus berulang
tak ada daya, tak ada upaya
membiarkannya begitu adanya mungkin itu lebih baik
dalam duka yang tak pernah terkata
merintih sunyi
senyap dalam bisu
pecahan mortir dan molotov hanya memperkeruh suasana
tenang dan damai laksana bayangan
mencari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote></blockquote>
<p><em><br />
jengah meradang<br />
merenggas melucuti setiap sendi</p>
<p>lelah, letih, walau harus tetap berdiri<br />
tertatih, terseok, tinggal menanti mengubur diri</p>
<p>tak sabar seperti dahulu<br />
menghadapi putaran siklus tiada henti<br />
berulang, berulang, dan terus berulang<br />
tak ada daya, tak ada upaya<br />
membiarkannya begitu adanya mungkin itu lebih baik</p>
<p>dalam duka yang tak pernah terkata<br />
merintih sunyi<br />
senyap dalam bisu</p>
<p>pecahan mortir dan molotov hanya memperkeruh suasana<br />
tenang dan damai laksana bayangan</p>
<p>mencari jarum dalam tumpukan jerami<br />
atau mutiara di dalam lumpur<br />
sama sulitnya</p>
<p>cinta, serumit itukah<br />
cinta, sesulit itukah</p>
<p>hanya ketika aku tersadar bahwa aku hanyalah seorang pemimpi<br />
yang hidup dalam dunia khayal<br />
yang sempat aku impikan dulu</p>
<p>yakin terwujud, sayang<br />
keyakinan itu pudar sirna tiada makna<br />
hanya menyisakan sakit di perut saja</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2009/01/ketika-cinta-membuatku-sakit-perut/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ada sabar terpendam,&#8230;</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2008/12/ada-sabar-terpendam/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2008/12/ada-sabar-terpendam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 16:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; hanya saja ia terkubur emosi
entahlah, banyak orang bermasalah dengan satu hal ini, termasuk aku di dalamnya
pantas saja sikap ini (sabar, red) masuk dalam kitab suci yang kuyakini, Al Quran
terdapat banyak petikan yang kudapat, hanya dengan menjentikkan jari pada tuts keyboard, melalui bantuan mbah google
Al Baqarah
2:45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230; hanya saja ia terkubur emosi</p>
<p>entahlah, banyak orang bermasalah dengan satu hal ini, termasuk aku di dalamnya<br />
pantas saja sikap ini (sabar, red) masuk dalam kitab suci yang kuyakini, Al Quran<br />
terdapat banyak petikan yang kudapat, hanya dengan menjentikkan jari pada tuts keyboard, melalui bantuan mbah google</p>
<blockquote><p>Al Baqarah</p>
<p>2:45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,</p>
<p>2:153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.</p>
<p>2:155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.</p>
<p>Al Anfaal</p>
<p>8:66. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.</p>
<p>As Sajdah</p>
<p>32:24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.</p>
<p>Al Ahzab</p>
<p>33:35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.</p>
<p>Luqman</p>
<p>31:31. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.</p>
<p>Ar Ra’d</p>
<p>13:22. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),</p>
<p>Al Ma´aarij</p>
<p>70:5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.</p>
<p>Ali ‘Imran</p>
<p>3:17. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.</p>
<p>Fushshilat</p>
<p>41:35. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.</p>
</blockquote>
<p>ya Allah, banyak sekali kata sabar dalam kitabmu,&#8230;<br />
harus kutafakuri satu demi satu ayatmu, setidaknya agar aku tahu, bahwa ada kata sabar di dunia ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2008/12/ada-sabar-terpendam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>memahami yang sulit</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/memahami-yang-sulit/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/memahami-yang-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 05:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[bagi saya, memahami orang lain adalah bukan hal yang gampang
sejauh kita ingin memahami, maka kitapun ingin dipahami
terinspirasi oleh sebuah obrolan menjelang dini hari bersama sang kakak
terkadang, kita mencoba untuk mengerti orang lain, tapi mengapa orang lain tidak mau mengerti kita? itu pertanyaan awal yang muncul
kemudian, pada tataran praktisnya
seharusnya ada sebuah kerjasama diantara mereka yang memutuskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bagi saya, memahami orang lain adalah bukan hal yang gampang<br />
sejauh kita ingin memahami, maka kitapun ingin dipahami</p>
<p>terinspirasi oleh sebuah obrolan menjelang dini hari bersama sang kakak<br />
terkadang, kita mencoba untuk mengerti orang lain, tapi mengapa orang lain tidak mau mengerti kita? itu pertanyaan awal yang muncul</p>
<p>kemudian, pada tataran praktisnya<br />
seharusnya ada sebuah kerjasama diantara mereka yang memutuskan untuk menjadi pasangan<br />
sebuah kerjasama untuk saling melengkapi, bukan untuk saling mengasingkan<br />
bentuk perhatian yang terkadang ditunjukkan dengan cara berbeda, harus bisa menjadi sebuah pemecahan bukan menjadi permasalahan yang baru<br />
kebesaran jiwa, kedewasaan sikap, dan kematangan cara berpikir akan menjadi bagian dari pencarian solusi itu</p>
<p>lalu, bagaimana dengan memahami orang lain?<br />
setidaknya hanya mencoba untuk bisa mengerti dan mengenali diri<br />
aku diri, aku sebagai aku yang aku kenali<br />
aku sosial, aku sebagai aku yang orang lain kenali, dan<br />
aku ideal, aku sebagai aku yang aku inginkan</p>
<p>setidaknya aku masih berada di tingkat pertama, mengenali diri saja masih sulit <img src='http://roisz.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/memahami-yang-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>izinkan aku menangis, bunda</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/izinkan-aku-menangis-bunda/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/izinkan-aku-menangis-bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 11:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[

tak pantas kurasa untuk mengeluh
karena tak ada sesuatu untuk kukeluhkan
tak pantas kurasa untuk marah
karena tak ada sesuatu yang membuatku marah
hatiku galau, segalau-galaunya hati
hatiku resah, terombang-ambing ayunan sulbi
otakku panas, serasa tak ada aliran darahnya
otakku remas, serasa sakit tiada gantinya
aku ingin menangis bunda, tapi aku tak bisa
aku ingin meraung bunda, tapi aku tak mampu
aku ingin bersujud bunda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote></blockquote>
<p><em><br />
tak pantas kurasa untuk mengeluh<br />
karena tak ada sesuatu untuk kukeluhkan</p>
<p>tak pantas kurasa untuk marah<br />
karena tak ada sesuatu yang membuatku marah</p>
<p>hatiku galau, segalau-galaunya hati<br />
hatiku resah, terombang-ambing ayunan sulbi</p>
<p>otakku panas, serasa tak ada aliran darahnya<br />
otakku remas, serasa sakit tiada gantinya</p>
<p>aku ingin menangis bunda, tapi aku tak bisa<br />
aku ingin meraung bunda, tapi aku tak mampu<br />
aku ingin bersujud bunda, tapi aku malu<br />
aku ingin berlari bunda, tapi kakikku pincang<br />
aku ingin bunda, aku ingin segalanya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/izinkan-aku-menangis-bunda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>celoteh senja</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/celoteh-senja/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/celoteh-senja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 08:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[sengau terdengar bisikan gaib,
takut mati jangan hidup
takut hidup mati sekalian

seberapa menakutkankah makhluk yang namanya kematian?
seberapa menakutkankah makhluk yang bernama kehidupan?
kadang hati kerap kali berpikir, bahkan berusaha untuk mengusir pikiran itu, apa salah dan dosaku, hingga bumi terasa berat untuk aku tanggung, hingga langit tak sanggup aku gapai
bumi dan langit adalah rahasia kehidupan, rahasia yang berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sengau terdengar bisikan gaib,</p>
<blockquote><p>takut mati jangan hidup<br />
takut hidup mati sekalian</p>
</blockquote>
<p>seberapa menakutkankah makhluk yang namanya kematian?<br />
seberapa menakutkankah makhluk yang bernama kehidupan?</p>
<p>kadang hati kerap kali berpikir, bahkan berusaha untuk mengusir pikiran itu, apa salah dan dosaku, hingga bumi terasa berat untuk aku tanggung, hingga langit tak sanggup aku gapai</p>
<p>bumi dan langit adalah rahasia kehidupan, rahasia yang berada di dalam segala rahasia,&#8230; rahasia yang memang tersembunyi dan ada dibalik tembok persembunyiannya yang kuat dan kokoh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/celoteh-senja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BISA !</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/bisa/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 03:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[pada akhirnya segala sesuatu akan pergi dan berlalu meninggalkan kita
seberat apapun kita melepasnya,
harus bisa melepasnya
harus bisa
ya, saya bisa. kamu saksinya
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada akhirnya segala sesuatu akan pergi dan berlalu meninggalkan kita<br />
seberat apapun kita melepasnya,<br />
harus bisa melepasnya<br />
harus bisa</p>
<p>ya, saya bisa. kamu saksinya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/bisa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tempat itu kusebut rumah,&#8230;</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/tempat-itu-kusebut-rumah/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/tempat-itu-kusebut-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 17:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[tempat itu kusebut rumah,
dimana aku bisa sandarkan punggungku, menghela nafas dan melepas sejenak beban yang menempel di pundak kecilku
tempat itu kusebut rumah,
dimana aku bisa berkeluh kesah, menangis hingga sesenggukan, melepas semua beban yang tertumpah ruah di dalam hatiku
tempat itu kusebut rumah,
dimana aku bisa berbahagia, mengukir senyum tertawa renyah, berbagi bersama air, bunga, dan angin
tempat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tempat itu kusebut rumah,<br />
dimana aku bisa sandarkan punggungku, menghela nafas dan melepas sejenak beban yang menempel di pundak kecilku</p>
<p>tempat itu kusebut rumah,<br />
dimana aku bisa berkeluh kesah, menangis hingga sesenggukan, melepas semua beban yang tertumpah ruah di dalam hatiku</p>
<p>tempat itu kusebut rumah,<br />
dimana aku bisa berbahagia, mengukir senyum tertawa renyah, berbagi bersama air, bunga, dan angin</p>
<p>tempat itu kusebut rumah,<br />
ketika aku bisa melukis isi hatiku, mewarnainya dengan warna kesukaanku, hitam, kuning, hijau, maroon, biru, putih, dan sedikit abu-abu</p>
<p>tempat itu kusebut rumah,<br />
ketika dia mengharapkan aku pulang untuk mengisinya, membiarkanku beristirahat panjang, hingga aku menutup mataku dengan tenang</p>
<p>tempat itu kusebut rumah,<br />
ketika senyum tawa mengiringi kedatanganku, ketika isak tangis melepas kepergianku</p>
<p>&#8230; aku ingin pulang, bunda &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2008/11/tempat-itu-kusebut-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tampang baru</title>
		<link>http://roisz.blog.friendster.com/2008/10/tampang-baru/</link>
		<comments>http://roisz.blog.friendster.com/2008/10/tampang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 05:11:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.blog.friendster.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[tampang baru, nampaknya engine-nya pakai wordpress
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tampang baru, nampaknya engine-nya pakai wordpress</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.blog.friendster.com/2008/10/tampang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>