Entah dengan tangis ataukah tawa ketika aku melapalkan kalimah “aku bahagia”
Rasa yang menggeliat ketika aku tak mampu berdiri atas keputusanku sendiri
Angan yang terhempas ketika jiwaku menolak semua akan alunan hidupku.
Merasakan kesepian yang terdalam akan kehadiran ketujuh jiwa-jiwa kecilku.
Jiwa Islami, jiwa penyayang, jiwa perasa, jiwa penyabar, jiwa penggembira, jiwa romantis, dan jiwa bersyukur.
Mereka hilang satu demi satu bersama hentakkan waktu yang tak terasa semakin larut.
Mungkin bisa, kala aku berteriak memanggil mereka berkumpul.
Tapi mereka enggan mendekatiku lagi.
Aku rindu, ketika mereka membangunkanku untuk sejenak bercengkerama di sepertiga akhir malamku.
Aku rindu, ketika tawa renyahnya mengajakku bersahur bersama walau hanya dengan segelas niat dan semangkuk ikhlas.
Aku rindu, akan suara jelekku kala dengan lancangnya kulantunkan kalimat Tuhan.
Aku rindu akan mentari pagi dan sepoian angin pagi di tengah padang cumbuanku akan waktu dluha.
Aku rindu segalanya
Ngiring Bingah Kang,,
Resepnya ningal jalmi nu bararingah……
nuhun ah,
dinan
http://my-businezz.blogspot.com
akan kah rindu ini terjawab.
akan kah rindu ini kan terobati.
aku seakan berdiri di atas karang menahan terjangan badai cinta
aku seakan berdiri d atas karang di hempas gelombang asmara
aku menanti dirinya
aku mengharapkan dirinya
aku merindukan dirinya
tolong ajirin donkkkk
merajut kata