ketika cinta membuatku sakit perut,…
January 5, 2009 by roisz
jengah meradang
merenggas melucuti setiap sendi
lelah, letih, walau harus tetap berdiri
tertatih, terseok, tinggal menanti mengubur diri
tak sabar seperti dahulu
menghadapi putaran siklus tiada henti
berulang, berulang, dan terus berulang
tak ada daya, tak ada upaya
membiarkannya begitu adanya mungkin itu lebih baik
dalam duka yang tak pernah terkata
merintih sunyi
senyap dalam bisu
pecahan mortir dan molotov hanya memperkeruh suasana
tenang dan damai laksana bayangan
mencari jarum dalam tumpukan jerami
atau mutiara di dalam lumpur
sama sulitnya
cinta, serumit itukah
cinta, sesulit itukah
hanya ketika aku tersadar bahwa aku hanyalah seorang pemimpi
yang hidup dalam dunia khayal
yang sempat aku impikan dulu
yakin terwujud, sayang
keyakinan itu pudar sirna tiada makna
hanya menyisakan sakit di perut saja