Feed on
Posts
comments

rindu

Entah dengan tangis ataukah tawa ketika aku melapalkan kalimah “aku bahagia”
Rasa yang menggeliat ketika aku tak mampu berdiri atas keputusanku sendiri
Angan yang terhempas ketika jiwaku menolak semua akan alunan hidupku.
Merasakan kesepian yang terdalam akan kehadiran ketujuh jiwa-jiwa kecilku.
Jiwa Islami, jiwa penyayang, jiwa perasa, jiwa penyabar, jiwa penggembira, jiwa romantis, dan jiwa bersyukur.
Mereka hilang satu demi satu bersama hentakkan waktu yang tak terasa semakin larut.
Mungkin bisa, kala aku berteriak memanggil mereka berkumpul.
Tapi mereka enggan mendekatiku lagi.
Aku rindu, ketika mereka membangunkanku untuk sejenak bercengkerama di sepertiga akhir malamku.
Aku rindu, ketika tawa renyahnya mengajakku bersahur bersama walau hanya dengan segelas niat dan semangkuk ikhlas.
Aku rindu, akan suara jelekku kala dengan lancangnya kulantunkan kalimat Tuhan.
Aku rindu akan mentari pagi dan sepoian angin pagi di tengah padang cumbuanku akan waktu dluha.
Aku rindu segalanya

Rapuh

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Pakai lapisan tipis air yang beku
Sentuhan lembut kan hancurkan aku

Walaupun cinta tak sempurna
Menghampiriku seketika
Ku ingin kau tahu betapa rampuhnya aku

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
Masih terasa luka dimasa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati
Namun cinta itu pergi lagi

Dan ku terluka luka membekas
Bekas membuat buat selamanya
Selamanya ku
Ku ‘kan selalu
Ku ‘kan selalu rapuh

Kau ingin tunjukan kepada dunia
Tak hanya ada karena masa lalu
Tapi masih ada harapan bagi yang baru

Kau tawarkanku sejuta harapan
Namun kenangan itu tak pernah hilang
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku

Kau datang bagai hujan
Basahi tanah hati
Tapi kau lihat sediri luka ini

dipopulerkan oleh : Juniar Arif


jengah meradang
merenggas melucuti setiap sendi

lelah, letih, walau harus tetap berdiri
tertatih, terseok, tinggal menanti mengubur diri

tak sabar seperti dahulu
menghadapi putaran siklus tiada henti
berulang, berulang, dan terus berulang
tak ada daya, tak ada upaya
membiarkannya begitu adanya mungkin itu lebih baik

dalam duka yang tak pernah terkata
merintih sunyi
senyap dalam bisu

pecahan mortir dan molotov hanya memperkeruh suasana
tenang dan damai laksana bayangan

mencari jarum dalam tumpukan jerami
atau mutiara di dalam lumpur
sama sulitnya

cinta, serumit itukah
cinta, sesulit itukah

hanya ketika aku tersadar bahwa aku hanyalah seorang pemimpi
yang hidup dalam dunia khayal
yang sempat aku impikan dulu

yakin terwujud, sayang
keyakinan itu pudar sirna tiada makna
hanya menyisakan sakit di perut saja

ada sabar terpendam,…

… hanya saja ia terkubur emosi

entahlah, banyak orang bermasalah dengan satu hal ini, termasuk aku di dalamnya
pantas saja sikap ini (sabar, red) masuk dalam kitab suci yang kuyakini, Al Quran
terdapat banyak petikan yang kudapat, hanya dengan menjentikkan jari pada tuts keyboard, melalui bantuan mbah google

Al Baqarah

2:45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

2:153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

2:155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Al Anfaal

8:66. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

As Sajdah

32:24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

Al Ahzab

33:35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Luqman

31:31. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.

Ar Ra’d

13:22. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

Al Ma´aarij

70:5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

Ali ‘Imran

3:17. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Fushshilat

41:35. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

ya Allah, banyak sekali kata sabar dalam kitabmu,…
harus kutafakuri satu demi satu ayatmu, setidaknya agar aku tahu, bahwa ada kata sabar di dunia ini

memahami yang sulit

bagi saya, memahami orang lain adalah bukan hal yang gampang
sejauh kita ingin memahami, maka kitapun ingin dipahami

terinspirasi oleh sebuah obrolan menjelang dini hari bersama sang kakak
terkadang, kita mencoba untuk mengerti orang lain, tapi mengapa orang lain tidak mau mengerti kita? itu pertanyaan awal yang muncul

kemudian, pada tataran praktisnya
seharusnya ada sebuah kerjasama diantara mereka yang memutuskan untuk menjadi pasangan
sebuah kerjasama untuk saling melengkapi, bukan untuk saling mengasingkan
bentuk perhatian yang terkadang ditunjukkan dengan cara berbeda, harus bisa menjadi sebuah pemecahan bukan menjadi permasalahan yang baru
kebesaran jiwa, kedewasaan sikap, dan kematangan cara berpikir akan menjadi bagian dari pencarian solusi itu

lalu, bagaimana dengan memahami orang lain?
setidaknya hanya mencoba untuk bisa mengerti dan mengenali diri
aku diri, aku sebagai aku yang aku kenali
aku sosial, aku sebagai aku yang orang lain kenali, dan
aku ideal, aku sebagai aku yang aku inginkan

setidaknya aku masih berada di tingkat pertama, mengenali diri saja masih sulit :)

izinkan aku menangis, bunda


tak pantas kurasa untuk mengeluh
karena tak ada sesuatu untuk kukeluhkan

tak pantas kurasa untuk marah
karena tak ada sesuatu yang membuatku marah

hatiku galau, segalau-galaunya hati
hatiku resah, terombang-ambing ayunan sulbi

otakku panas, serasa tak ada aliran darahnya
otakku remas, serasa sakit tiada gantinya

aku ingin menangis bunda, tapi aku tak bisa
aku ingin meraung bunda, tapi aku tak mampu
aku ingin bersujud bunda, tapi aku malu
aku ingin berlari bunda, tapi kakikku pincang
aku ingin bunda, aku ingin segalanya

celoteh senja

sengau terdengar bisikan gaib,

takut mati jangan hidup
takut hidup mati sekalian

seberapa menakutkankah makhluk yang namanya kematian?
seberapa menakutkankah makhluk yang bernama kehidupan?

kadang hati kerap kali berpikir, bahkan berusaha untuk mengusir pikiran itu, apa salah dan dosaku, hingga bumi terasa berat untuk aku tanggung, hingga langit tak sanggup aku gapai

bumi dan langit adalah rahasia kehidupan, rahasia yang berada di dalam segala rahasia,… rahasia yang memang tersembunyi dan ada dibalik tembok persembunyiannya yang kuat dan kokoh

BISA !

pada akhirnya segala sesuatu akan pergi dan berlalu meninggalkan kita
seberat apapun kita melepasnya,
harus bisa melepasnya
harus bisa

ya, saya bisa. kamu saksinya

tempat itu kusebut rumah,…

tempat itu kusebut rumah,
dimana aku bisa sandarkan punggungku, menghela nafas dan melepas sejenak beban yang menempel di pundak kecilku

tempat itu kusebut rumah,
dimana aku bisa berkeluh kesah, menangis hingga sesenggukan, melepas semua beban yang tertumpah ruah di dalam hatiku

tempat itu kusebut rumah,
dimana aku bisa berbahagia, mengukir senyum tertawa renyah, berbagi bersama air, bunga, dan angin

tempat itu kusebut rumah,
ketika aku bisa melukis isi hatiku, mewarnainya dengan warna kesukaanku, hitam, kuning, hijau, maroon, biru, putih, dan sedikit abu-abu

tempat itu kusebut rumah,
ketika dia mengharapkan aku pulang untuk mengisinya, membiarkanku beristirahat panjang, hingga aku menutup mataku dengan tenang

tempat itu kusebut rumah,
ketika senyum tawa mengiringi kedatanganku, ketika isak tangis melepas kepergianku

… aku ingin pulang, bunda …

tampang baru

tampang baru, nampaknya engine-nya pakai wordpress

Older Posts »